Cara Mengatasi Nyeri Bahu (Rotator Cuff) setelah Latihan Smash Berat

Nyeri bahu, terutama yang terkait dengan cedera rotator cuff, sering muncul setelah melakukan latihan atau aktivitas fisik yang menuntut kekuatan bahu, seperti latihan smash berat pada olahraga raket. Rotator cuff adalah sekelompok otot dan tendon yang menstabilkan sendi bahu, sehingga cedera pada area ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan performa olahraga.

Read More

Penyebab Nyeri Rotator Cuff

Nyeri pada rotator cuff biasanya disebabkan oleh:

  1. Overuse (penggunaan berlebihan) – Melakukan gerakan repetitif seperti smash tanpa istirahat cukup.
  2. Teknik yang salah – Gerakan yang tidak tepat dapat menimbulkan tekanan berlebihan pada otot dan tendon.
  3. Kurangnya pemanasan – Otot yang tidak siap rentan mengalami cedera.
  4. Kelemahan otot bahu dan punggung atas – Membebani otot rotator cuff lebih dari kapasitasnya.

Gejala Nyeri Bahu Rotator Cuff

Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:

  • Nyeri tumpul atau tajam di bagian luar bahu.
  • Kelemahan saat mengangkat lengan ke atas atau ke samping.
  • Nyeri yang memburuk saat tidur di sisi yang cedera.
  • Sensasi kaku atau terbatasnya gerakan bahu.

Langkah Mengatasi Nyeri Bahu

1. Istirahat dan Hindari Aktivitas Berat

Berikan waktu bagi otot dan tendon untuk pulih. Hindari latihan smash berat atau gerakan overhead sampai nyeri berkurang.

2. Kompres Dingin dan Panas

  • Kompres dingin: Selama 24–48 jam pertama untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.
  • Kompres hangat: Setelah peradangan berkurang, untuk membantu relaksasi otot dan meningkatkan sirkulasi darah.

3. Peregangan dan Latihan Ringan

Peregangan ringan membantu mencegah kekakuan:

  • Arm Across Chest Stretch
  • Pendulum Exercise
  • External Rotation dengan Band Karet

4. Penguatan Otot Pendukung

Setelah nyeri mereda, fokus pada penguatan otot rotator cuff dan punggung atas:

  • External/Internal Rotation dengan Dumbbell Ringan
  • Scapular Retraction
  • Rows

5. Perbaiki Teknik Latihan

Pastikan teknik smash atau latihan overhead dilakukan dengan posisi tubuh dan bahu yang benar. Konsultasi dengan pelatih profesional sangat dianjurkan.

6. Konsultasi Medis

Jika nyeri tidak membaik setelah 1–2 minggu, muncul pembengkakan berlebihan, atau terjadi kelemahan signifikan, segera temui fisioterapis atau dokter spesialis ortopedi. Mereka dapat melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk USG atau MRI, untuk memastikan tidak ada robekan pada rotator cuff.

Pencegahan Cedera Rotator Cuff

  • Lakukan pemanasan menyeluruh sebelum latihan.
  • Tingkatkan intensitas latihan secara bertahap.
  • Perkuat otot bahu dan punggung secara rutin.
  • Perhatikan teknik saat melakukan smash atau gerakan overhead.
  • Jangan memaksakan latihan saat merasa nyeri ringan.


Dengan penanganan yang tepat dan latihan penguatan yang konsisten, nyeri bahu akibat cedera rotator cuff dapat berkurang dan risiko cedera berulang bisa diminimalkan.

Related posts